Kitab Kejadian Pasal 1 - 3 : Asal Dosa Manusia, Restorasi dan Keselamatan Manusia

Posted by Unknown 23.37, under , | 2 comments



Pertama-tama saya berharap kita bersama menggarisbawahi bahwa artikel ini ditulis dalam rangka untuk tidak berusaha menjawab Asal Dosa Secara Umum, namun sebatas Asal Dosa Manusia. Saya setuju pernyataan Teolog Harun Hadiwijono yang mengatakan: “Asal dan Sumber Dosa merupakan misteri Allah yang tidak mungkin manusia mampu menyingkapkan secara jelas.”

Namun artikel lebih untuk mencoba menjawab pertanyaan kaum atheis yang mengajukan pertanyaan benarkah Freewill yang menjadikan manusia/malaikat jatuh dalam dosa? Kalau benar freewill yang membuat manusia/malaikat jatuh dalam dosa, maka pada masa kekekalan di Sorga nanti di mana manusia masih memiliki freewill, besar kemungkinan manusia/malaikat bisa jatuh ke dalam dosa lagi. Artinya adalah bakalan ada lagi kejatuhan manusia/malaikat yang kedua kalinya, apakah dengan demikian Allah harus sekali lagi disalib untuk menebus ciptaanNya yang jatuh dalam dosa (lagi)?

Kedua, artikel ini diharapkan bisa menjawab persoalan mengenai perbuatan dosa adalah pilihan, di mana manusia memiliki kemampuan memilih untuk tidak berbuat dosa, seperti yang diyakini banyak saudara saya.
Akan tetapi pada kenyataannya sering kita, atau tepatnya saya, melakukan dosa tanpa sempat memilih atau berpikir, perbuatan dosa sering muncul sebagai sebuah reaksi spontan yang sulit kita, atau tepatnya saya, bendung. Namun saya percaya bahwa pertobatan adalah pilihan. Sedangkan kemampuan untuk tidak berbuat dosa berasal dari Allah (1Yoh3:9, Roma 8:13). Topik ini sebenarnya masih ada kaitannya dengan persoalan freewill  diatas.

Ketiga, dengan perspektif baru dari Kitab Kejadian pasal 1 ini kita akan bisa menjawab persoalan dalam Yohanes 3:3-5 mengenai pemahaman lahir dari atas, lahir dari air dan Roh, karena ada sebagian dari saudara kita yang beranggapan bahwa lahir dari air adalah lahir melalui rahim wanita. Pendapat ini agak aneh mengingat bukankah itu yang ada dalam pikiran Nikodemus? Jelas Yesus mengkritik pemikiran itu, mengapa kita malah mengulangi lagi kesalahan pemikiran tersebut?

Penciptaan Sorga dan Bumi: Dua lokasi utama yang dikontraskan

Kej. 1:1 LAI - Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.

Kata (~yIm:ßV'h;) shamayim pada ayat ini tidak menunjuk langit karena langit sebagai salah satu bagian alam semesta baru dijadikan pada ayat 8. Jadi ayat pertama ini berusaha mengkontraskan antara Sorga dan Bumi, yaitu suatu usaha untuk menjelaskan sebuah penciptaan 2 obyek / lokasi utama di jagat ciptaan Tuhan, yaitu Sorga dan Bumi. 

Sifat Bumi yang sangat kontras dengan Sorga

Kej. 1:2 LAI - Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

Kemudian dijelaskan kondisi Bumi diselimuti kegelapan dan adanya suatu jurang yang sangat dalam (the deep) dimana Kegelapan berada di atasnya (and darknes was upon the face of the deep, KJV). Hanya saya lebih percaya bahwa kata ‘the deep’- KJV, atau ‘samudera’ -LAI, atau ’Abyss’ -LXX ini bukan istilah geografis karena sampai saat ini pun kita kesulitan untuk melokalisir di belahan Bumi sebelah mana tepatnya keberadaan jurang yang sangat dalam ini. Pemahaman yang lebih tepat dari kata abyss ini jika dimaksudkan oleh penulis kitab Kejadian sebagai suatu istilah telogis adalah, bahwa jurang ini merupakan lokasi where The Darknes rules (KJV - and darknes was upon the face of the deep. band. Wah.9:1).
Ada hal yang cukup menarik berkaitan dengan kondisi bumi saat itu, untuk direnungkan, bahwa LXX menterjemahkan tohu wa bohu sebagai 'unseen' atau 'invisible' dan 'unformed'  (avo,ratoj kai. avkataskeu,astoj), artinya kondisi bumi pada saat itu tidak bisa diindera oleh indera manusia, dalam hal ini mata, hal ini semakin memperkuat dugaan kita bahwa ayat 2 yang menerangkan adanya abyss dan kegelapan tidak semata-mata dalam arti harafiah namun juga memiliki sebuah makna teologis.

Temuan yang cukup menarik muncul dari Kitab Yeremia 4:23 di mana Allah dalam Firman-Nya kepada nabi Yeremia memakai sekali lagi kalimat yang sama dipakai pada Kejadian 1:2 tetapi dalam konteks yang berbeda. Konteks yang dipakai untuk menjelaskan tohu wa bohu atau diterjemahkan oleh LAI 'bumi campur-baur dan kosong... dan tidak adanya terang di Sorga-LAI, (band. Kejadian 1:2-3)' adalah pemberontakan, perzinahan rohani, ketidaktaatan, tidak ada pengertian dan pengenalan akan Allah dari umat-Nya.
Berangkat dari perspektif ini, maka kita sekarang memahami Kejadian 1:2-3 yang mencoba menerangkan kepada kita kondisi Bumi yang dipenuhi adanya pemberontakan, perzinahan rohani, ketidaktaatan, tidak ada pengertian, tidak ada pengenalan akan Allah di Bumi. Lalu siapa pelaku dari semua kejahatan di atas? Besar kemungkinan adalah malaikat-malaikat-Nya yang tidak taat dan dibuang ke Bumi (Wah.12:4, 12:9, 2Pet.2:4, Yud.1:6, Yes.4:12, Luk.10:18 )

Restorasi Bumi

Kej.1:3-4 LAI- Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.
Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.

Maka, berkebalikan dengan itu, penciptaan Terang di Kejadian 1:3 dapat dimaknai sebagai karunia Allah kepada Bumi agar Bumi memiliki ketaatan, kekudusan, pengertian dan pengenalan akan Allah yang membawa kepada hormat dan Takut akan Allah. (band.Yoh.1:5 dan 9, Yes.11:9)
Terang di sini bukan matahari atau bulan atau benda penerang lain seperti yang diyakini saudara kita dari Saksi Yehuwa, karena matahari dan benda-benda penerang di langit belum diciptakan. Mereka baru diciptakan di ayat 14.
Allah menjadikan Terang sebagai awal atau dasar dari seluruh proses restorasi Bumi. Pada hari yang keenam proses restorasi Bumi sampai pada Manusia sebagai gambar dan rupa Allah yang diberi tanggung jawab untuk berkuasa atas Bumi menggantikan penguasa sebelumnya. Namun agaknya proses restorasi ini tidak bisa dilaksanakan manusia karena pada hakekatnya mereka diambil dari Bumi (band.Kej.3:19, 1 Kor.15:47), yang sejak semula telah korup oleh 'kegelapan'. Penganalogian bahan dasar yang telah korup membuat produk turunannya cenderung korup diperkuat dengan kisah kelahiran Yesus melalui Maria. Maria yang telah korup oleh dosa membuat Yesus, anak yang dilahirkannya juga memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa, terbukti Iblis dengan penuh semangat mencobai Yesus sejak di padang gurun hingga di atas kayu salib tentu saja dengan harapan Yesus jatuh dalam dosa, hanya saja manusia Yesus senatiasa bergantung kepada Allah dan Firman-Nya sehingga mampu untuk tidak berbuat dosa seumur hidupNya di Bumi.
Jadi Allah mengetahui bahwa dalam diri manusia ada unsur-unsur Bumi, yaitu kecenderungan memberontak, ketidaktaatan, tidak ada pengertian dan pengenalan akan Allah yang tertanam dalam tubuh dan pikiran mereka.
Bukti keberadaan potensi dosa yang ada dalam diri manusia sebelum manusia jatuh dalam dosa ada di dalam Kej.3:6, 

Manusia membutuhkan Allah

Kej.3:6 LAI- "Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagi pula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian (menjadi seperti Allah)..." 
Catatan: kata dalam kurung adalah tambahan dari penulis.


Dalam Kej.3:6 ditulis hal-hal yang ada dalam pikiran atau dalam hati manusia sebelum mereka jatuh dalam dosa; yaitu hal-hal yang menurut penatua Yohanes tidak boleh dikasihi karena berasal dari dunia dan membawa kepada kebinasaan (1Yoh.2:16) yaitu keinginan daging, keinginan mata, serta keangkuhan hidup. Itulah sebabnya Allah memberi Perintah/Hukum kepada Adam untuk tidak memakan buah pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, supaya nyata bahwa dalam diri manusia ada kecenderungan berbuat dosa, karena menurut Paulus, Perintah/Hukum pada dasarnya bertujuan untuk menyatakan dosa (Roma 7:3), dan supaya mereka mengerti bahwa mereka butuh Allah untuk menolong mereka dari dosa dan kecenderungan dosa yang ada dalam mereka. Oleh karena itu sekarang kita mengerti mengapa Hukum Taurat dimunculkan sebelum kedatangan Kristus.
Jadi proses penyelamatan manusia oleh Allah bersifat menyeluruh yaitu meliputi kekudusan pikiran ( Roma 12:2), dan kekudusan tubuh (Roma 12:1) yang hanya dapat dikerjakan melalui Yesus Kristus (Ibr.9:14, 1Yoh.1:7, Rom.3:25),. Jadi setelah orang percaya membasuh pikirannya dari pikiran-pikiran yang berdosa dengan Firman maka pada akhirnya untuk menyempurnakan kemenangan Orang Percaya akan dosa adalah karunia Tubuh Sorgawi   (1Kor.15:40).
Tubuh Sorgawi tidak memiliki kelemahan terhadap dosa. Menurut Yesus, kehidupan di Sorga nanti, manusia (yang telah memiliki tubuh sorgawi) tidak kawin dan dikawinkan (Mat.22:30). Dari fakta tersebut muncul kesimpulan bahwa tubuh Sorgawi tidak tunduk terhadap tuntutan daging, dalam hal ini sexual desire, seperti halnya tubuh duniawi sekarang ini. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup tidak berkuasa lagi di dalam tubuh Sorgawi kita nanti, artinya tubuh Sorgawi bebas sepenuhnya dari kuasa dosa (Roma 8:23, 7:24). Jadi dapat kita bayangkan sekarang bahwa keadaan orang percaya yang hidup di Sorga nanti adalah orang-orang yang pikirannya telah bersih dari dosa oleh karena Firman dan mereka memiliki tubuh kudus yang tidak lagi memiliki keinginan daging, dengan demikian potensi untuk berbuat dosa di Sorga pada masa kekekalan sudah tidak ada lagi, meski pun kita masih memiliki freewill. 

Keselamatan dan Penyelesaian dosa dalam Injil Yohanes pasal 3:3-7

Kemudian kalau kita maju ke kitab Yohanes pasal 3:3-7, kita akan mendapatkan pemahaman yang lebih jelas jika dilihat dari perspektif Kitab Kejadian 1 ini.

Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."
Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"
Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Yoh.3:3-7 LAI

Berulang kali Alkitab menerangkan fungsi air sebagai sarana pembasuhan atau penyucian. Sejalan dengan pemikiran itu, Yesus dan Paulus sepakat bahwa manusia harus dibersihkan dan disucikan bukan hanya tubuhnya tetapi pertama dan terutama adalah pembersihan hati atau pikiran melalui Firman Allah dan Roh Kudus (Ibr.10:22, Yoh.13:10, Fil.2:5), itulah yang dimaksud dengan lahir dari air.
Kemudian setelah pikiran kita diperbarui dengan Firman menjadi sepikiran dengan Kristus, maka proses kelahiran selanjutnya adalah kelahiran Tubuh Sorgawi yaitu kelahiran yang dikerjakan oleh Roh Allah sendiri pada saat pengangkatan kelak (Roma 8:23), seperti halnya Kristus sendiri telah lahir dengan tubuh kemuliaan setelah dibangkitkan oleh Roh Allah (Roma 8:11), menjadi yang sulung/yang pertama bagi setiap orang percaya di hadapan Bapa, dengan demikian setelah kedua proses kelahiran kembali itu terjadi maka sempurnalah seluruh proses keselamatan yang dikerjakan Allah bagi kita supaya kita bisa masuk dalam Kerajaan Allah.

Kesimpulan
  • Pada waktu diciptakan, tubuh Adam adalah tubuh duniawi, yaitu tubuh yang memiliki potensi untuk berbuat dosa, terbukti ia memiliki keinginan mata, keinginan daging, dan keangkuhan hidup, sebelum kejatuhannya. Ia juga memiliki sexual desire sebagai pertanda bahwa tubuhnya adalah tubuh duniawi karena tubuh Sorgawi tidak memiliki sexual desire, ingat Adam kawin / memiliki istri sebelum ia jatuh dalam dosa.
  • Kejatuhan manusia bukan masalah pilihan untuk berbuat dosa atau tidak. Kejatuhan manusia juga bukan semata masalah makanan, tetapi lebih dari itu adalah masalah keinginan mata, keinginan daging dan keangkuhan hidup yang ada di dalam manusia sejak manusia diciptakan. Dengan demikian siapa pun dia, tidak harus Adam, jika masih memiliki keinginan mata, keangkuhan hidup dan keinginan daging, pasti jatuh, cepat atau lambat. Maksudnya adalah pada saat itu Adam mewakili manusia pada umumnya. Kejatuhan Adam adalah kejatuhan saya dan Anda, namun sekaligus janji keselamatan bagi Adam adalah janji keselamatan bagi saya dan Anda juga.
  •  Allah tidak menjebak/mencobai manusia ketika Ia menaruh pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat di tengah-tengah taman Eden dan memerintahkan manusia untuk tidak memakannya. Kejatuhan manusia tidak dirancang Allah namun tidak juga di luar kontrol Allah. Tetapi dengan adanya perintah tersebut supaya nyata bagi manusia bahwa manusia membutuhkan Allah untuk menyelesaikan potensi dosa yang ada dalam dirinya. Dalam hal ini Allah nyata Ia tidak memiliki rancangan jahat, justru sejak semula rancangan-Nya adalah rancangan keselamatan bagi manusia.

Perbuatan Baik - Orang Muda Yang Kaya

Posted by Unknown 00.07, under | No comments


Setelah Yesus selesai mengajar, Ia sekarang ada di daerah Yudea, seberang sungai Yordan. Disana  Yesus menyembuhkan orang-orang yang sejak dari Galilea mendengarkan pengajaran-Nya. Ditengah-tengah pelayanan-Nya datanglah sekelompok orang Farisi menemui Yesus dan mengajukan pertanyaan alkitabiah yang sulit dengan tujuan untuk menjatuhkan Yesus. Namun ironisnya pertanyaan alkitabiah orang-orang Farisi ternyata bukan Firman Allah, tapi merupakan tradisi orang-orang Yahudi yang muncul dari ketegaran hati / keinginan daging. Pada kesempatan itu Yesus menyatakan bagaimana  sesungguhnya Firman Allah yang berkaitan dengan perceraian, yang tidak berasal dari keinginan daging tetapi keinginan Roh. Jadi menurut Yesus, dalam hukum Taurat Yahudi banyak perintah-perintah yang tidak berasal dari Allah. 

Pada ayat ke 16 sampai 21 datanglah seorang muda yang kaya dan mengajukan pertanyaan lain. Topik yang diangkat oleh orang muda yang kaya adalah “perbuatan baik apakah yang membawa kepada hidup yang kekal” atau dalam bahasa kita hari ini kira-kira seperti ini : “apakah perbuatan baik dapat membawa seseorang masuk Sorga?”

Menjawab pertanyaan yang sungguh penting ini Yesus menjawabnya dengan memberi pemahaman yang mendasar tentang definisi yang Baik itu yaitu  pondasi kebaikan adalah Allah sendiri, artinya, segala sesuatu yang bisa disebut perbuatan baik harus berasal dari kehendak Allah. Jadi dengan kata lain  perintah Allah = perbuatan baik.

Persoalan kemudian muncul karena tidak semua apa yang disebut orang perbuatan baik adalah perintah Allah. Misalnya dalam Kitab Taurat Musa banyak ditemukan perintah-perintah untuk berbuat baik yang sebenarnya bukan kehendak Allah tetapi merupakan kehendak manusia yang dibuat seolah-olah adalah kehendak Allah. Contohnya mengenai perceraian pada ayat 3 di atas. Dan menurut Yesus, setiap perbuatan baik yang bukan berasal dari Allah pada hakekatnya bukan perbuatan baik. Sehingga orang muda yang kaya itu merasa perlu memperjelas lagi yang manakah yang dimaksud Yesus dengan perbuatan baik dari perintah Allah.



Kehendak Allah jelas memiliki 2 aspek ini yaitu: Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu dan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri. Hukum ini tidak semudah pengucapannya. Sebagai contoh, Mengasihi Allah dengan segenap hati dan mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri ternyata tidak dapat dilaksanakan oleh orang muda kaya yang walaupun sejak masa mudanya melakukan banyak perbuatan baik. Ia lebih mengasihi dirinya daripada orang miskin. Akibat dari itu segala perbuatan baik nya adalah perbuatan baik yang cacat alias tidak sempurna di mata Allah. Padahal kita tahu Allah menghendaki yang sempurna, bukan yang cacat. Karena ada tertulis “Hendaklah kamu sempurna seperti Bapa sempurna.”

Yesus hendak mengajar orang muda itu menjadi sempurna dengan jalanan: pertama, membersihkan hatinya dari cengkeraman harta duniawi, sehingga ketika hatinya sudah bebas dari harta, ia lebih siap untuk mengashi Allah dengan segenap hatinya. Kedua, harta yang berlimpah yang dibagikan kepada orang-orang miskin akan membuat ia belajar untuk mengasihi sesama manusia seperti dirinya sendiri.  Dengan demikian dua aspek Hukum Kasih sudah ia lakukan. Namun, siapapun yang sedang dalam proses belajar itu tentu saja ia tidak akan sempurna. Oleh karena itu diperlukan syarat ketiga untuk menjadi sempurna. Ketiga, setelah ia tidak memiliki harta berlimpah, ia diajar untuk mempercayakan keselamatan hidupnya kepada Yesus dan bukan menggantungkan keselamatannya kepada harta atau perbuatan baik. Efesus 2:8-9 ”  Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu/perbuatanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Pertanyaan penting kemudian muncul pada ayat selanjutnya melalui pikiran murid-murid Yesus; “Mengapa kami harus mempercayakan keselamatan hidup kami kepada Mu Yesus, apa yang akan kami peroleh sekarang dan nanti?”

Inilah jaminan Yesus kepada siapapun yang percaya kepada-Nya. Ia tidak hanya memperoleh hidup kekal saja! Karena siapapun yang mempercayakan keselamatan hidupnya kepada Yesus, pada masa sekarang memperoleh kembali 100x lipat apa saja yang ia korbankan untuk imannya.
Dan pada masa yang akan datang ia akan memproleh hidup kekal dan kemulian bersama Yesus. Tidak ada tokoh agama yang berani memberi jaminan seperti ini. Jaminan hidup kekal saja mereka tidak berani, apalagi hidup penuh kemuliaan di Sorga nanti. Ingat Yesus sekarang sudah ada di Sorga, ada beberapa kitab suci yang bersaksi demikian. Kita tidak perlu ragu dengan janji ini karena Yesus sendiri menjaminnya dengan cara mati diatas kayu salib untuk menyempurnakan kita yang percaya kepada-Nya dengan darah-Nya kemudian Ia juga menjamin janji hidup kekal dengan cara bangkit dari maut untuk menyatakan bahwa Ia berkuasa atas alam maut, dengan demikian Ia pasti sanggup memberi hidup kekal kepada siapapun yang percaya kepada-Nya. Amin

Karna Salib MU

Posted by Unknown 15.38, under | No comments



Hanya Kau Tuhan di hidupku
Kau berikan hidup yang baru
darahMu menyucikan pulihkan hatiku
kunyatakan Kau lah segalanya

Engkaulah sumber pengharapan
kuasaMu sanggup menyembuhkan
jiwakupun berserah hanya kepada Mu
Yesus Kaulah segalanya

Kar'na salibMu ku hidup
Kar'na SalibMu ku menang
Engkau yang berkuasa
sanggup 'tuk melakukan mujizatMu
di hidupku


Bersama Mu Bapa

Posted by CapungLaut 14.16, under | No comments



Engkau ada Bersama ku
Di stiap musim hidupku
tak pernah Kau biarkan ku sendiri

Kekuatan di jiwaku
Adalah bersamaMu
tak pernah kuragukan kasihMu

BersamaMu Bapa
ku lewati semua
perkenananMu yang
teguhkan hatiku

Engkau yang bertindak
membri petolongan
anugrahMu besar
melimpah bagiku


God Made Women Beautiful

Posted by CapungLaut 21.23, under | 1 comment

-= Message For Husband : Praying For Her Beauty =-
 

 
God made women beautiful, oleh karenaNya setiap wanita itu pasti cantik. Kalau saudara menilai seorang wanita tidak cantik, maka itu semata-mata karena pengetahuan tentang kriteria kecantikan yang saudara miliki untuk menilai seseorang, berbeda dengan kecantikan yang dipancarkan oleh wanita yang saudara "hakimi" tersebut. Siapa yang bisa mengatakan dengan alasan yang konkrit dan masuk akal bahwa jempol lebih "cantik" dari kelingking, atau tangan lebih "cantik" dari kaki? Sulit bukan? Karena pada dasarnya semuanya cantik, unik, dan memiliki keanggunan serta kegunaannya masing-masing yang hampir bisa dikatakan tak tergantikan.

God made women beautiful, oleh karena itu setiap wanita ingin merasa dirinya cantik, dikatakan cantik, dipuji cantik, dan ingin menjadi lebih cantik lagi (dengan melakukan berbagai cara... dari yang "normal" dan tidak berbahaya semisal make up, salon, spa, pergi ke ahli gizi untuk menghitung kalori, sampai yang "beresiko" dengan diet sampai "pingsan", atau mengkonsumsi obat, suntik, bedah, dsb). Mengapa wanita rela / mau melakukan itu, meskipun mahal atau beresiko sekalipun? Kaena mereka "dibombardir" dari segala penjuru dengan kriteria-kriteria yang dibuat oleh "para pakar" di dunia, bahwa wanita cantik itu memiliki bentuk dan ukuran tertentu, jenis rambut tertentu, warna kulit tertentu, bentuk mata dan bibir tertentu, dsb, yang menyebabkan para wanita secantik apapun merasa dirinya selalu kurang cantik.

God made women beautiful, oleh karenanya saya belum pernah bertemu degan seorang wanita, berapapun usianya, yang tidak senang dipuji bahwa dirinya cantik, apalagi kalau wanita tersebut dipuji cantik oleh suami yang dicintainya. Kalau sampai suatu kali saudara bertemu dengan seorang wanita yang tidak begitu suka dipuji bahwa dirinya cantik, mungkin karena sudah terlalu lama tidak ada orang yang mengatakan hal tersebut kepadanya, atau dia pernah sakit hati karena ada orang yang pernah mengatakan dia cantik yang kemudian mengelabuinya.

God made women beautiful, oleh karenanya your wife is beautiful. Dia mungkin tidak sempurna tapi istrimu pasti memiliki kecantikan tertentu yang membuat saudara menikahinya. Berapapun usia istrimu, berapapun usia pernikahanmu, kalau saudara mencintainya pasti saudara dapat mencari "kecantikan" yang dia miliki, dan kalau saudara menemukannya, katakanlah kepadanya. Makin sering saudara mengatakannya, makin cantik istrimu jadinya. Contohlah Adam, ketika dia terbangun dari tidurnya dan melihat Hawa ada di sisinya yang sedang tidur, belum mandi, belum sikat gigi, belum berdandan, betul? Tapi Adam berkata, "Wow kamu keren abis bow..." (dari Alkitab terjemahan bahasa Jakarta sehari-hari??? hehehe...).

God made women beautiful, oleh karenanya suami bertanggung jawab untuk selalu mencintai istrinya, karena istri yang merasa dicintai oleh suaminya merasa dirinya cantik dan menjadikannya cantik. Perhatikan wanita yang tidak dicintai oleh suaminya, biasanya mereka terlihat "layu dan kering". Seorang ibu bisa menumpahkan kasih sayang yang sangat besar kepada anaknya, demikian pula sebaliknya... dan membut penuh rongga dada sang ibu karena kasih sayang yang mengalir. Tapi kasih sayang suami, memenuhi seluruh sel di tubuhnya dan membuatnya cantik. Saya sering meniru apa yang dilakukan Adam... dan istri saya berkata, "Richard, mungkin mata kamu rusak, tapi please, jangan disembuhkan yah..." dan ternyata dia senang saya suka mengatakan hal-hal yang seperti itu, dan itu membuat dia jadi merasa dirinya cantik dan percaya diri.

Ling, my wife, was devalued and made to feel unattractive by ... (secret, but they're forgiven anyway) when she was young. Mungkin istri saudara pun pernah mengalaminya, dimana lingkungan sekitar tidak pernah mengatakan dia cantik ataupun memuji dan mengatakan hal yang baik, tapi lebih sering merendahkannya. Meskipun sekarang sudah banyak orang yang mengatakan sebaliknya, tetapi hanya ada dua pribadi yang bisa membuat dia percaya bahwa dirinya cantik, yaitu Tuhan dan anda suaminya!

Your prayers can set her free from lies of the past and enable her to hear God speaks the truth to her heart. Doa saudara juga bisa membuat istrimu balance dan menemukan healthy self-image.

Berikut ini contoh doa Stormie Omartian yang sering saya pakai:

Dear Lord, I pray that You would give (wife's name) the "incorruptible beauty of a gentle and quiet spirit, which is very precious" in Your sight (1Petrus 3:4). Help her to appreciate the beauty You have put in her. Help me to remember to encourage her and speak words that will make her feel beautiful.
Where anyone in her past has convinced her that she is unattractive and less than who You made her to be, I pray that You would replace those lies with Your truth. Keep any hurtful words that have been spoken to her from playing over and over in her mind. I pray that she will not base her worth on appearance, but on Your Word. Help her to see herself from Your perspective. Convince her of how valuable she is to You, so that I will be better able to convince her of how valuable she is to me.
Show my wife how to take good care of herself. Give her wisdom about the way she dresses and adorns herself so that it always enhances her beauty to the fullest and glorifies You. But remind her that time spent in Your presence is the best beauty treatment of all. Make my wife beautiful in every way, and may everyone else see the beauty of Your image reflected in her. Amen...


Jadi kalau saudara ingin istri saudara cantik dengan cara yang aman dan tidak mahal, cintai dia, temukan dan beritahu padanya bahwa dia cantik, dan berdoalah untuknya... serta jangan lupa kasih uang belanja. Hadiah terbaik yang bisa diberikan oleh seorang suami kepada istrinya , hadiah terbaik yang bisa diberikan seorang ayah kepada anak-anaknya adalah dengan mencintai ibu mereka yang cantik itu.
__________________
Source: http://forum.wgaul.com/