Anak hamil di luar nikah, apa yang sesunguhnya terjadi?

Posted by Unknown 16.29, under | 1 comment


Dua bulan yang lalu saya mendengar kabar anak perempuan tetangga saya yang baru duduk di bangku kelas VII (1 SMP) terpaksa harus keluar sekolah untuk menikah karena pergaulan bebas. Dalam pergaulan kesehariannya ia memiliki cukup banyak kawan. Dalam kelompoknya mayoritas adalah laki-laki, meskipun terdapat beberap perempuan juga. Agaknya kelompok ini membawa anak gadis itu dalam pergaulan bebas yang menjerumuskannya dalam kesulitan sekarang ini.

Kami cukup prihatin sekali rasanya waktu mendengar kabar tersebut.

Pertanyaan yang timbul di hati saya saat itu adalah: mengapa hal itu bisa terjadi?

Dari sepengetahuan saya kedua orangtuanya sangat sibuk untuk mencari nafkah. Ibunya berangkat pagi jam 06.00 pulang jam 19.00 untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga di beberapa keluarga sekaligus. Ketika ia sampai di rumah, energinya sudah habis untuk bekerja, tidak ada lagi sisa energi buat anak-anaknya. Sedangkan si Bapak kerja sebagai cleaning service di sebuah sekolahan. Setelah pulang bekerja si Bapak sibuk dengan dunianya sendiri, dengan hobinya memelihara burung, jalan-jalan dengan motor matic kreditan, mampir ke sana kemari. Sepertinya ia sangat menikmati hidupnya untuk kepuasan dirinya sendiri, mungkin itu ya yang dimaksud  pepatah ‘masa kecil kurang bahagia’?

Akibatnya si anak yang tidak memperoleh cukup perhatian dan didikan rohani, saat ia keluar dan meng-explore dunia tanpa pengawasan dan tanpa bekal Firman, gampang sekali menjadi korban sistem dunia yang rusak ini.

Lalu pelajaran apa yang kita petik dari kejadian di atas?

Kebetulan bacaan saya hari ini sampai di Kitab Kejadian 4:17-5:32 tentang anak keturunan Kain (4:17-24) dan anak keturunan Adam (4:25-5:32).

Kelompok pertama yang dibahas oleh Kitab Kejadian 4:17 ini adalah kelompok Kain, yaitu manusia pertama yang dikutuk TUHAN. Kita tentunya masih ingat dalam tulisan saya beberapa minggu yang lalu tentang persembahan Kain (kalau anda lupa bisa klik link tersebut untuk membacanya lagi) dan natur berdosa Kain yang tidak mampu ditaklukan Kain sehingga ia melampiaskan kemarahannya dengan membunuh Habel.



Setelah membunuh Habel, Kain pergi ke tanah Nod dan membuat sebuah komunitas sendiri terpisah dari komunitas Adam.

Saya mencoba menggambarkan perbedaan dua komunitas ini dengan menyusunnya dalam sebuah tabel di bawah ini menurut narasi Alkitab.

Perilaku Kain dan keturunannya
Kain:
Pelaku dosa pembunuhan pertama dan membangun sistem kota dan tentu saja sistem kota akan menjadi cikal bakal sistem dunia

Lamekh: 
Pelopor sistem polygami dan pelaku dosa pembunuhan kedua

Yabal: 
Dalam bidang ekonomi ia membuat sistem peternakan yang lebih modern dari pada Habel yang dianut oleh semua manusia pada saat itu, sehingga ia disebut bapa orang yang memelihara ternak.

Yubal:
Ia membangun sistem seni budaya yang tentu saja akan melengkapi sistem peradaban dunia yang dibangun Kain.

Tubal-Kain:
Sistem peradaban dunia tidak akan lengkap jika teknologi pengolahan logam tidak dikembangkan. Teknologi pengolahan logam merupakan cikal bakal sistem industri. Sisi ini dikembangkan oleh Tubal-Kain 

Naama:
Perempuan ini tidak dijelaskan peranannya dalam sistem dunia yang sedang dibangun Kain dan keturunannya, namun agaknya namanya cukup mengemuka pada saat itu, sehingga penulis Kitab Kejadian merasa perlu mencantumkan namanya. Kemungkinan besar ia mengemuka karena kecantikannya (Kej.6:2). Memang harus diakui sebuah sistem dunia pasti terkait dengan wanita di dalamnya. Bukannya saya bersifat sinis terhadap perempuan. Saya hanya sedang mencari keterkaitan yang paling mungkin di antara hal-hal di atas. Masih banyak kok wanita cantik yang baik hati dan tidak sombong..:)

Perilaku Adam dan Keturunannya

Adam:
Ia membuat seruan iman ketika kelahiran Kain dan Set (Kej.4:1 dan Kej.4:25)

Habel:
Membuat mezbah korban persembahan yang terbaik bagi TUHAN

Enos:
Pada masanya lah orang mulai memanggil nama TUHAN. Ia mempelopori pengenalan akan TUHAN.

Henokh:
Hidup bergaul dengan TUHAN dan akhirnya diangkat TUHAN.

Lamekh:
Ia membuat nubuatan terkait kelahiran Nuh anaknya, sebagai cerminan iman dan pengenalannya akan TUHAN.

Nuh:
Hidup bergaul dengan TUHAN seperti halnya Henokh (Kej.6:9), ia juga mendirikan mezbah doa dan korban persembahan kepada TUHAN (Kej.8:20)

Sekarang kita mengerti perbedaan besar dua komunitas ini.
Ternyata Kain dan keturunannya sibuk membangun sebuah sistem dunia yang di  dalamnya ada perilaku hawa nafsu sexual dan kekerasan yang dkerjakan oleh Lamekh, sistem ekonomi, budaya, science dan teknologi yang dibangun oleh anak-anak Lamekh.

Sedangkan Adam dan keturunannya walapun mereka tetap bekerja mencari nafkah dengan berternak dan mengolah tanah (Kej.5:29) namun prioritas utama mereka adalah membuat sebuah sistem ibadah kepada TUHAN yang berdasarkan iman, pengenalan akan TUHAN, intimacy, doa dan korban persembahan. Tidak berlebihan jika kemudian Lukas dalam kitab yang ditulisnya menyebut daftar keturunan ini sebagai anak-anak Allah ( Luk.3:23-38). Bandingkan juga dengan Kejadian 6:1 dan 2.

Inilah yang sekarang terjadi dalam dunia yang kita diami saat ini. Ada sekelompok orang yang hidupnya tenggelam dalam sistem dunia ini, baik dalam hal perilaku rakus-sexual (polygami, perkosaan, kawin-cerai dll), kekerasan fisik, cinta uang, dan ketamakan. Hal-hal yang abnormal bisa dianggap normal karena tuntutan sistem dunia (ada sebuah kalimat dalam bahasa Jawa yang berbunyi saiki jaman edan, nek ora ngedan ora keduman ~ sekarang jaman gila kalau ngga ikut gila-gilaan ngga dapat keuntungan apa-apa).

Namun ada pula kelompok kedua yang fokus utama hidupnya adalah untuk membangun ibadah kepada Allah yang berdasarkan iman, pengenalan akan TUHAN, hubungan pribadi dengan TUHAN, doa, dan korban ucapan syukur setiap hari.

Karena... semua itu dicari oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, tetapi  Bapamu yang di Sorga  tahu kamu memerlukan semua itu, oleh karena itu wahai kamu anak-anakKU...carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya... maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu!

Kristus telah memberi penghiburan yang sejati kepada anak-anak Allah yang memiliki prioritas hidup benar, mereka tidak akan berkekurangan hal materi walaupun prioritas hidup mereka pada hal-hal rohani, karena ada jaminan dari Bapa yang mengerti akan setiap kebutuhan hidup anak-anakNya.

Jadi sekarang, manakah yang akan kita bangun menjadi prioritas hidup kita? Sistem dunia atau sistem kehidupan ibadah kepada TUHAN?

1 komentar:

Posting Komentar

Pesan Admin:
Boleh berkomentar apa aja yang penting No Spam, No Junk ...
' Freedom of Speech for the glory of LORD'